Senin, 02 Juli 2007

Nur Allan "Chomskian" Lasido (Bulan 1)


Entah apa yang ada dalam benak anak muda ini. Datang dari Manado ke Makassar. Masuk jurusan komunikasi Unhas dengan satu tujuan : Belajar! Pernah dia bercerita kepada saya bahwa ia masuk komunikasi Unhas hanya berbekal kepercayaan diri semata. Dituliskannya kata-kata "Saya Pasti Lulus" di secarik kertas yang ditempelkannya di tempat termudah untuk dilihat setiap kali bangun tidur.

Ketika aku melihatnya pertama kali; tampak sosok mungil, kacamata tebal -- yang aku yakin cuma buat gaya-gayaan--, kampungan, aneh, dan agak (sori, Coy!) dungu.Terlebih melihat cengiran aneh dan kepalanya yang sering mendengit serta ditambah oleh cara bicaranya yang tersendat-sendat itu. Untung saya tak sempat bertanya, "kamu dari planet mana, man?" demi melihat celana gombrongnya yang sedikit-sedikit ditarik ke atas agar tak melorot.

Tapi nyatanya, wajah lugu itu menyembunyikan otak super kritis di dalam batok kepalanya. Berbekal bacaan-bacaan bermutu dari Marx, Habermas, Jung, Barthes, Orwell dan --tentu saja-- Noam Chomsky, anak muda yang sedang mengharu-biru dalam indahnya cinta ini --ehm! bertekad menaklukkan Makassar terutama kampus Unhas yang semakin lama semakin tak ber-perikemanusiaan. "Mari kita lawan BHP, Coy!" ucapnya dengan lagak khas demonstran; Menggelegar, lantang, tangan dikepal meninju udara plus kulit wajah yang semakin merah berjerawat ditampar debu dan matahari serta badan bau karena tak mandi dua hari.

0 Reaksi: