
Entah apa yang ada dalam benak anak muda ini. Datang dari Manado ke Makassar. Masuk jurusan komunikasi Unhas dengan satu tujuan : Belajar! Pernah dia bercerita kepada saya bahwa ia masuk komunikasi Unhas hanya berbekal kepercayaan diri semata. Dituliskannya kata-kata "Saya Pasti Lulus" di secarik kertas yang ditempelkannya di tempat termudah untuk dilihat setiap kali bangun tidur.
Ketika aku melihatnya pertama kali; tampak sosok mungil, kacamata tebal -- yang aku yakin cuma buat gaya-gayaan--, kampungan, aneh, dan agak (sori, Coy!) dungu.Terlebih melihat cengiran aneh dan kepalanya yang sering mendengit serta ditambah oleh cara bicaranya yang tersendat-sendat itu. Untung saya tak sempat bertanya, "kamu dari planet mana, man?" demi melihat celana gombrongnya yang sedikit-sedikit ditarik ke atas agar tak melorot.
Tapi nyatanya, wajah lugu itu menyembunyikan otak super kritis di dalam batok kepalanya. Berbekal bacaan-bacaan bermutu dari Marx, Habermas, Jung, Barthes, Orwell dan --tentu saja-- Noam Chomsky, anak muda yang sedang mengharu-biru dalam indahnya cinta ini --ehm! bertekad menaklukkan Makassar terutama kampus Unhas yang semakin lama semakin tak ber-perikemanusiaan. "Mari kita lawan BHP, Coy!" ucapnya dengan lagak khas demonstran; Menggelegar, lantang, tangan dikepal meninju udara plus kulit wajah yang semakin merah berjerawat ditampar debu dan matahari serta badan bau karena tak mandi dua hari.
Senin, 02 Juli 2007
Nur Allan "Chomskian" Lasido (Bulan 1)
Dimadahkan Oleh
Muzzammil Massa
Pukul
08.36
Sejenis Sahabat Bulan Ini
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 Reaksi:
Posting Komentar