Seorang bijak pernah berkata, "kau adalah apapun yang kau katakan." Setelah aku berusaha mengevaluasi kembali keadaanku yang carut-marut akhir-akhir ini, aku mulai mendapati adanya kalimat-kalimat yang dahulunya jarang kupakai tapi kini hampir setiap hari melekat di bibirku yang kering. Aku pikir, apakah ini sebuah proses transformasi, dari dewasa menjadi tua? Entahlah, aku benar-benar mulai merasa karatan belakangan ini. Beberapa kalimat itu adalah seperti ini :
1. "Maaf, pikiranku lagi tidak berada di tempat sekarang," inilah ekses dari suatu proses yang disebut ngelamun... biasanya kalimat ini akan meluncur begitu saja pabila ada seseorang yang memintaku melakukan sesuatu yang tak juga aku penuhi karena lupa.
2. "Ayolah, masa sama teman begitu," Well, sekarang waktunya bagi si tukang paksa melancarkan serangan rengekannya.
3. "Hidup, anarki sepenuhnya!" Di dunia yang teramat lain dengan duniaku sebelumnya ini, i find the correct definition about soul and dream.
4. "Wuiihhh kereeennn..." mudah-mudahan ini jadi pertanda yang baik, aku tidak akan meremehkan kualitas orang lain.
5. "Seribumu dulue," kalo yang ini agak jarang sih.
6. "Gak ada negosiasi!" baru kemarin, waktu pak ketua dewan yang terhormat melarikan diri ketika mau menandatangani surat pernyataan sikap.
7. "Kita dilecehkan, Coy!!!" waktunya hampir sama dengan yang diatas.
8. "Apa ini?! Korps kok jadi tempat main kartu!" Tenang, ini hanyalah masalah antara si sok-menegakkan-moral-anak-bangsa melawan si emang-gue-pikirin.
9. "Tolong, aku jangan diganggu..." kejenuhan itu memuncak.
10. "WskjdAKJbfa 2@@09 ###^%&*!!!!..." dan semakin memuncak...
Senin, 02 Juli 2007
10 Kalimat yang Sering Ku-Ucapkan Belakangan Ini
Dimadahkan Oleh
Muzzammil Massa
Pukul
08.41
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 Reaksi:
Posting Komentar